Berita Nusantara

Berita Dunia, Gosip, Bisnis, Artis, Humor, olahraga.

Serial “The Good Wife”, Istri Politisi dan Perselingkuhan

Mereka berpakaian elegan, terlihat tegar, mengucapkan dukungan dan bahkan bergandengan tangan di atas podium.

Namun, adakah yang tahu apa yang dirasakan dan dilakukan istri-istri politisi yang terlibat skandal perserongan dan korupsi, setelah acara konferensi pers yang memalukan usai?

Bagaimana pula mereka menjadi istri yang baik setelah semua peristiwa pahit dalam kehidupannya terjadi?

Pertanyaan-pertanyaan itu coba dijawab televisi kanal Hallmark Channel dengan menghadirkan satu tayangan bertajuk The Good Wife, sebuah drama televisi yang menjelajahi berbagai sisi hidup perempuan pascaskandal seks dan korupsi yang melibatkan suaminya.

Disebutkan bahwa serial produksi CBS yang mendapatkan rating tinggi di AS ini akan ditayangkan secara eksklusif setiap Kamis pukul 21.00 WIB, mulai 14 Januari 2010 (tayangan singkat episode pertamanya sudah disiarkan pada Selasa, 5 Januari 2010).

“The Good Wife” menceritakan kisah Alicia Florrick, yang diperankan pemenang Emmy Awards Julianna Margulies (terkenal sebagai perawat Hathaway, kekasih George Clooney dalam serial “ER”).

Dalam kisah itu, suami Alicia, Peter Florrick (Chris Noth, pemeran Mr. Big di ?Sex & The City?) adalah seorang politisi dan Kepala Kejaksaan di Cook County (Chicago), yang mengumumkan kepada media dan publik tentang pengunduran dirinya akibat skandal seks.

Enam bulan setelah pengunduran dirinya, Peter dijebloskan ke penjara dengan dakwaan menggunakan uang negara untuk membayar wanita demi mendapatkan layanan seks.

Sebagai istri dan ibu dua anak remaja yang harus memikul tanggung jawab atas keluarganya, Alicia kembali memasuki dunia kerja sebagai pengacara, profesi yang telah ditinggalkannya selama 13 tahun.

Ditulis dan digarap pasangan suami istri Robert dan Michelle King, The Good Wife terinspirasi berbagai kisah nyata seperti mantan Presiden Bill Clinton, mantan Gubernur New York, Eliot Spitzer dan mantan Senator dan calon Wapres AS John Edwards, di mana istri-istri mereka harus menghadapi kenyataan memalukan akibat perserongan suami dengan wanita lain.

“Nasib kehidupan politisi pascaskandal yang dilakukannya sangat mudah ditebak. Biasanya ada masa pengunduran diri, dan kemudian masa di mana mereka merefleksi diri, dan kemudian mencoba untuk kembali dalam sorotan publik. Namun yang lebih menarik dan belum banyak terekspos bagi kami adalah arah kehidupan para istri mereka yang terlihat agak kurang pasti,” kata Michelle King.

Sementara Robert King menyatakan, “Seorang wanita dianggap sebagai istri yang baik jika tetap mendukung dan berada di sisi suaminya pascaskandal. Dalam episode pertama, Alicia berada di sisi suaminya saat konferensi pers dan terlihat diam dan mendukung, karena ia tidak siap dan tidak mempersiapkan diri terhadap apa yang terjadi.”

“Kami berharap drama ini mampu mengeksplorasi mengapa sejumlah wanita yang mengalami hal ini tetap tinggal bersama dan mendukung suami setelah skandal besar yang sangat memalukan. Bagaimana mereka bisa menyusun kembali kehidupan mereka di saat setiap orang menghakimi mereka dan bagaimana ia menjadi istri yang baik,” katanya.

Dapat dukungan

Skandal Peter membuat Alicia dikucilkan. Meski tidak lagi menjadi sorotan media massa, tetapi ia dijauhi sahabatnya dan dijadikan bahan pergunjingan oleh publik terutama orang-orang di sekitarnya yang penasaran dan ingin tahu kebenaran peristiwa yang dialaminya.

Alicia yang sudah berusia di atas 40 tahun pun harus berdaptasi dengan profesi barunya dalam menangani berbagai kasus di pengadilan, juga harus menghadapi kompetisi dan politik di dunia kerja dengan koleganya yang lulusan Harvard dan berusia 20-an, Cary Agos (Matt Czuchry).

Di tengah kesesakan itu Alica mendapatkan dukungan dari Kalinda Sharma (Archie Panjabi, Bend It Like Beckham, The Constant Gardner), seorang penyidik internal yang andal dan berkarakter keras, dan Will Gardner (Josh Charles), teman lama semasa kuliah , yang terus menemani dan berupaya  membangun kepercayaan dirinya.

Selain itu, juga ada Diana Lockhart (Christine Baranski), partner dan pengacara senior di firma hukum tempatnya bekerja, yang bersedia menjadi mentornya.

“Jika ia bisa melakukannya, kamu pasti bisa,” kata Diana, seraya menunjukkan foto Hillary Clinton bersama dirinya kepada Alicia.

Dengan produser eksekutif Robert dan Michelle King  serta Tony dan Ridley Scott, (Gladiator, Black Hawk Down), The Good Wife yang dibesut sutradara Charles McDougall mendapat pujian kritikus film di AS.

Ceritanya yang kuat dan terasa nyata serta permainan cantik Julianne tidak kurang membuat serial ini mendapatkan dua nominasi SAG Awards untuk kategori “Outstanding Performance by an Ensemble in a Drama Series” untuk semua pemeran, dan kategori “Outstanding Performance by a Female Actress” untuk Julianna Margulies, satu nominasi Writers Guild Award (WGA) untuk “Best New Drama” dan satu nominasi Golden Globe Awards kategori “Best Performance by an Actress in a TV Series” untuk Julianna Margulies.

Semua penghargaan tersebut akan diumumkan pada Januari dan Pebruari 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 9, 2010 by in Film and tagged , , , .
%d blogger menyukai ini: