Berita Nusantara

Berita Dunia, Gosip, Bisnis, Artis, Humor, olahraga.

Ayu Azhari Siapkan Dana Rp 10 Miliar

Artis seksi Ayu Azhari rupanya menyiapkan dana Rp 10 miliar untuk pencalonannya menjadi wakil bupati Sukabumi melalui PDI-Perjuangan.

“Dari hasil verifikasi tadi, Ayu menyiapkan dana Rp 10 miliar untuk persiapannya menjadi wabup jika terpilih direkomendasikan oleh kami,” ungkap Wakil Ketua DPD PDI-P Jabar Agus Welianto seusai melakukan verifikasi pendaftaran Ayu di Kantor DPD PDI-P Jabar Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin (18/1/2010).

Dikatakan Agus, Ayu juga memiliki kualitas yang baik dalam bidang politik, kecerdasan yang tinggi dalam bidang pemerintahan, dan memiliki modal sosial yang kuat. Selain itu, imbuh Agus, Ayu pun memiliki kedekatan ideologis dengan kaum nasionalis karena orangtuanya adalah salah satu kader Partai Nasional Indonesia (PNI) zaman Soekarno dulu.

Sementara Ketua PDI-P Jabar Rudi Harsya Tanaya mengatakan, peluang Ayu untuk diusung oleh partainya menjadi wabup Sukabumi masih sama dengan delapan calon lainnya. “Kalau ditanya peluang masih sama saja dengan calon lainnya. Yang nanti menentukan yakni DPP PDI-P,” ujar Rudi.

Rudi menuturkan, ada sejumlah pertimbangan dalam menentukan calon dalam pesta demokrasi di Sukabumi, salah satunya yakni pertimbangan koalisi partai. PDI-P sendiri, lanjut Rudi, sudah sepakat ada tiga koalisi, apakah dengan Golkar, PAN, atau dengan gabungan partai-partai kecil. “Sedangkan Ayu siap dicalonkan dengan siapa pun, asalkan menjadi wakil bupati,” tegas Rudi.

Disinggung mengenai jadwal verifikasi yang sudah tutup tetapi Ayu tetap diberi peluang, Rudi menolak tegas. “Kata siapa verifikasi sudah ditutup. Kami pasti memberikan peluang kepada semua pendaftar. Apalagi pendaftar yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik dalam pemenangan PDI-P di Sukabumi, khususnya dalam pilkada,” jelas Rudi.

One comment on “Ayu Azhari Siapkan Dana Rp 10 Miliar

  1. mustafit
    Januari 19, 2010

    Tak ada kata lain selain pusing: pusing mikirin orang2 yang tak mampu mengukur diri sendiri untuk bersosialisasi–memahami realitas buudaya, sub-budaya yang beredar di masyarakat. Kualitas diri sangatlah menentukan apakah dia layak menjadi pemimpin yang mampu menangkap realitas, kebutuhan, dan hak-hak masyarakat dan (sudah) mempunyai solusi bagi realitas, kebutuhan dan hak-hak masyarakat itu. Jangan pernah berkata, yang penting adalah menjadi orang baik yang jujur yang dapat dengan baik dan jujur pula menjadi pemimpin masyarakat. Baik dan jujur saja tidak cukup (apalagi term ini masih perlu diperdebatkan sedangkan orangnya perlu diteliti betul baik atau tidak). Maaf saja, tukang becak juga banyak yang baik dan jujur, lah apa sekonyong2 mereka juga mampu menjadi pemimpin? Mau dibawa ke mana bangsa ini (walaupun belum tentu terpilih) jika suatu partai mau mengakomodir orang-orang yang tak capable untuk menjadi calon pemimpin???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 18, 2010 by in Nasional, Politik and tagged , , , .
%d blogger menyukai ini: