Berita Nusantara

Berita Dunia, Gosip, Bisnis, Artis, Humor, olahraga.

Seks sebagai Sarana Rekreasi

Pakar urologi, dr Ardy Santosa, menilai, aktivitas seks di usia lanjut bukanlah masalah, tetapi harus disertai dengan kesadaran akan pentingnya komunikasi dan saling pengertian.

“Sebab, proses penuaan bagi setiap manusia merupakan hal yang bersifat alamiah dan tidak dapat dilawan,” katanya seusai seminar Seks di Usia Lanjut, di Semarang, Jumat (22/1/2010).

Menurut dia, aktivitas seks sebaiknya tidak dipahami sebatas sarana untuk menyalurkan kebutuhan biologis, tetapi secara lebih jauh harus dipahami sebagai sarana untuk refreshing dan rekreasi.

Masyarakat sering menganggap aktivitas seks di usia lanjut adalah tabu, padahal hal itu justru keliru karena seks merupakan sarana untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Misalnya, ada seorang kakek yang mencabuli anak kecil, bisa jadi disebabkan keterbatasan atau kurangnya penyaluran kebutuhan biologis yang memengaruhi kondisi psikologisnya,” katanya.

Akan tetapi, aktivitas seks yang dilakukan di usia lanjut harus tetap memerhatikan kondisi dan kemampuan pasangan karena dipengaruhi oleh pertambahan usia agar tercipta saling kesepahaman.

Ardy menilai, banyak pasangan lanjut usia yang sudah tidak melakukan aktivitas seks dan hal itu disebabkan beberapa hal, seperti adanya perubahan fisik dan kondisi psikologis.

“Bahkan, ada pasangan suami istri yang enggan melakukan aktivitas seksual di usia senja karena adanya perasaan malu dan menganggapnya hal yang tabu,” kata pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang tersebut.

Padahal, aktivitas seks di usia lanjut sebenarnya bukan suatu masalah dan tidak ada batasan, selama pasangan mampu dan mau untuk melakukannya tanpa paksaan.

Menurut dia, seiring dengan bertambahnya usia juga menyebabkan terjadinya penurunan gairah seksual, hal tersebut tentunya akan memengaruhi aktivitas seksual pasangan usia lanjut.

“Penurunan gairah seksual dapat juga disebabkan karena pasangan telah meninggal dunia, perubahan secara hormonal, dan masalah kesehatan jiwa, seperti depresi, sering cemas, dan pikun,” kata Ardy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 22, 2010 by in Kesehatan Sexual and tagged , , , , .
%d blogger menyukai ini: